Minggu, 30 Juli 2017

Realita Cinta Si Pemilik Perasaan

Bagaimana sih realita percintaan perempuan? Hahaaha. . . kacau. Sebenarnya setiap orang punya versi berbeda-beda mengenai kisah percintaanya termasuk perempuan. Namun pada umumnya perempuan banyak mengalami kerugian (menurut saya) dibandingkan laki-laki. Kenapa? Karena mereka cenderung menggunakan perasaan, bisa dibilang segala sesuatunya menggunakan hatinya. Tapi itu tidak bisa disalahkan karena memang fitrah perempuan seperti itu.

Apapun yang kau berikan pada wanita, Ia akan menjadikannya lebih baik. Jika kau memberinya sperma, Ia akan memberimu buah hati. Jika kau beri dia tepat tinggal, Ia akan memberimu rumah. Jika kau memberinya bahan makanan, Ia akan memberimu sesuatu untuk dimakan. Jika kau memberinya senyum, Ia akan memberimu hatinya. Ia akan melipatgandakan dan melebihkan apa-apa yang diberikan padanya. Maka, jika kau memberinya sampah, bersiap-siaplah untuk menerima ton kotoran. (William Golding)”

Minggu, 16 Juli 2017

Responmu Ketika Teman-temanmu Banyak yang Telah Menikah ^_^

Well, sebenarnya ini topik yang sangat sensitif. Karena buat para single yang masih belum dipertemukan oleh jodohnya akan menjadi baper (bawa perasaan). Especially perempuan. Berbagai  respon dari mereka yang berada dalam posisi ini, termasuk saya. Tapi disini saya akan menjelaskan tiga respon yang umum terjadi di dalam kehidupan sehari-hari :

1)        Biasa saja
Orang yang bereaksi seperti ini biasanya mereka yang memiliki prioritas utama untuk menggapai cita-citanya dulu. Bukan berarti tidak ingin menikah loh ya, hanya saja ada kepentingan yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Seperti ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, ingin bekerja sehingga mandiri dalam ekonomi, masih ingin berbakti kepada orangtua. Ada juga yang merasa dirinya belum siap untuk berkeluarga sehingga perlu waktu untuk melayakkan atau memantaskan dirinya.

Rabu, 19 April 2017

Alhamdulillah, Sarjana ^_^

Alhamdulillah, Maha Kuasa Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk menulis kembali setelah sekitar 8 bulan off karena disibukkan dengan urusan akademik. Harap maklum karena memang harus fokus, dan Alhamdulillah sekarang penulis amatiran ini sudah menyelesaikan studi S-1 nya yang berarti salah satu dari mimpinya telah tercapai. Sungguh tidak semudah yang dibayangkan, perlu perjuangan dan dalam berjuang tentu ada hal yang harus dikorbankan. Tapi memang manis rasanya hasil dari berjuang itu, bukan hasil yang kita capai yang menjadi ukurannya tapi proses dalam mencapainya yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh apapun. Sama halnya jika kita bisa memakan kue dari hasil buatan sendiri, walaupun rasanya buat orang lain terasa aneh tapi untuk diri sendiri, ada rasa “puas” bahwa kita bisa membuat sesuatu dari kedua tangan sendiri dan bisa kita berikan kepada orang lain. You must try ! J

Kali ini mungkin saya akan berbagi pengalaman mengenai proses penyelesaian skripsi :

1.        Mengklik Skripsi dan Pengumuman Dosen Pembimbing
Semester 7 telah tiba ! KKN berakhir, mahasiswa yang sudah menempuh lebih dari 100 SKS (Gak tau tepatnya berapa SKS) boleh mengklik skripsi dan harus mengisi formulir pendaftaran yang berisi judul yang akan diajukan dan memilih penjurusan, apakah mengenai Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Audit, Akuntansi Syariah, atau Sistem Informasi Akuntansi. Pada saat itu saya memilih Akuntansi Keuangan karena menurut saya lebih bervariasi judul yang bisa diajukan. Tidak lama setelah itu, pengumuman mengenai dosen pembimbingpun akhirnya tiba. Saya dibimbing oleh Pak Setu dan diluar dugaan, saya mendapatkan pembimbing II yang merupakan salah satu dosen yang paling saya hindari. Pak Dhaniel. Hehehe lucu aja ketika tahu kalau beliau menjadi pembimbingku dan pada saat itu mau tidak mau ya harus menerima dan menjalani.

Jumat, 29 Juli 2016

Let Him Go ! ^_^

Pernah menjalin suatu hubungan tapi putus di tengah jalan?
Pernah ditinggalin begitu aja tanpa rasa peduli?
Pernah masih mengharapkan kembali yang sudah pergi?
Pernah masih menyayangi dia yang pergi?

Aku yakin pasti ada yang pernah merasakan hal-hal tersebut. Wajar lah karena kita manusia yang pandai merasa. Perempuan maupun laki-laki sama aja yang berbeda mungkin cara mengekspresikan dan menyelesaikannya. Galau? Hahaha pasti iyalah, bohong banget kalau enggak. Memang resiko setiap orang yang memilih jalan pacaran untuk berhubungan karena hal seperti ini sangat mungkin terjadi.

Setiap kejadian yang terjadi dalam hidup kita mempunyai fase dimana ada perkenalan, pendekatan, pacaran, perpisahan, dan kemudian kembali lagi ke fase awal. Tidak hanya itu, perasaan pun mempunyai fase saling kepo, berbunga-bunga, perasaan disayang dan disanjung, pembuktian, kemudian terjadi konflik dan mulai ragu terhadap pasangan, ketidakpercayaan dan akhirnya patah hati ketika sudah saling capek. Benar apa benar? Walaupun awalnya kita tidak ada niat untuk saling menyakiti namun seiring berjalannya waktu ketika kebutuhan dari masing-masing sudah tak dapat dipenuhi maka tak jarang hubungan semakin sesak untuk dijalani, semakin berat dan terasa menghambat kemudian mau tidak mau harus saling menyakiti dengan putus, atau berkhianat dsb. apabila masalah sudah dapat tidak mempunyai solusi terbaik.
Lantas, apa yang harus kita lakukan ketika hal itu telah terjadi?

Kata klasik dari yang pernah ku dengar adalah “sabar”. Sabar ya …, sabar, pasti ada hikmahnya…, sabar, pasti ada pengganti yang lebih baik…, sabar, Allah sedang mengujimu.

Minggu, 27 Maret 2016

JALAN HIJRAH

Seorang manusia pasti pernah mengalami suka dukanya dalam kehidupan yang mengharuskan mereka untuk berani megambil keputusan atas hidup mereka sendiri. Risikopun tak luput dari pilihan-pilihan yang telah dipilih dan baik buruknya itu tergantung pilihanya. Tapi pernahkah terbayangkan atau menduga bahwa hidup kalian akan berubah karena pilihan tersebut? hm.. aku rasa tak ada yang dapat menebak apa yang akan terjadi pada diri kita kecuali Allah Swt. Dia adalah pembuat scenario terbaik terhadap manusia.

Saya terinspirasi untuk membuat tulisan tulisan di blog ini setelah melihat “Hijrah Selebriti” di Trans TV yaitu hijrahnya para selebriti/artis yang mendapat hidayah Allah Swt dan memutuskan untuk menjadi pribadi yang baru dan menjadi lebih baik atas pertolongan Allah Swt.

Ada beberapa kisah menarik yang akan saya tulis disini tentang hijrahnya seorang selebriti :

Zaskia Adya Mecca

Minggu, 10 Januari 2016

KSR-PMI UMM Hidupkan Kembali TEGAK

“Kasihku sampai disini kisa kita jangan tangisi keadaannya bukan karena kita berbeda. Dengarkan...dengarkan lagi ini melodi rinthan hati ini kisah kita berakhir di Januari !”

---Kebalikannya---
Yup. Ini adalah sepengal lirik lagu dari Glenn Fredly yang berjudul “Januari”. Jika pada lagu tersebut berkisah tentang hubungan sepasang kekasih yang cintanya berakhir di bulan januari, KSR-PMI UMM adalah kebalikannya. Akhir buan Januari adalah waktu yang sangat dinantikan. Waktu untuk mewariskan segala perjuangan, dan waktu untuk memulai sebuah perjuangan baru hingga ia tiba menyambut kami dengan suka cita dan dera air mata.

Berawal dari kakak-kakak yang memerhatikan pentingnya suatu pelatihan bagi anggota KSR untuk menambah pengetahuan tentang materi-materi kepalangmerahan apalagi jika bisa diselenggarakan tingkat universitas, maka dari itu kakak-kakaknya berencana membuat kegiatan tersebut. Namun pada waktu itu terhalang karena kurang disetujui oleh kemahasiswaan dan mereka menyarankan untuk membuat lomba-lomba dari tingkat sekolah dulu. M. Ikhwan Fauzi (23) yang menjadi ketua umum KSR-PMI UMM pada saat itu berencana merealisasikan saran tersebut dengan menghidupkan kembali kegiatan lomba PMR tingkat Wira yang terkenal dengan nama TEGAK PMR (Temu Gerak Aktivias Palang Merah Remaja) yang terakhir dilaksanakan pada tahun 2003. Namun karena waktu pelaksanaan dan periode kepengurusan yang hampir berakhir maka TEGAK tidak terealisasi tapi dilanjutkan kembali di kepengurusan berikutnya yaitu dengan ketua umum Fariz Ahdiatama (2014-2015) dengan SK yang baru.

---Vakum 12 Tahun---
TEGAK PMR V WIRA Se-Malang Raya Terbuka merupakan program kerja dari bidang Dikten (Pendidikan dan Ketenagakerjaan) yang bertujuan untuk meningkatkan karakter kepalangmerahan serta peran anggota PMR dalam penerapan Tri Bakti PMR dan sebagai pendidik sebaya serta menjadikan remaja PMI terampil dan mandiri melalui pendekatan keterampilan hidup. Kegiatan ini termasuk salah satu kegiatan besar KSR-PMI UMM dimana telah vakum selama 12 tahun dan barulah dilaksanakan akhir bulan januari tepatnya tangal 23-25 Januari 2015. Bertempat di Parkiran Masjid AR-Fachrudin Kampus 3 UMM dan dengan diikuti oleh 6 sekolah yaitu SMA N 1 Tumpang, SMK N 4 Malang, SMA N 4 Malang, SMA U BPPT Lamongan, SMK Kesehatan Lamongan, dan SMA Islam Al Ma’arif Singosari.

Senin, 14 Desember 2015

Peka gak PEKA !

W  : Kamu kenapa?
A   : MBOHH ! (nada super ketusss)
W  : Loh ada apa sih? (garuk-garuk kepala)
A   : Tau ahhhhh,,,, makanya PEKA dong !!!!!! (keluar asap dari hidunggg)

Timkes LKMM di Coban Rondo 2014
Bicara tentang Peka, sepertinya sekarang lagi HITS banget deh, ketinggalan informasi aja dibilang gak peka, telat respon pun udah disindir-sindir aja tingkat kepekaannya. Memang ya di zaman yang semakin canggih ini rasanya kita sebagai manusia dituntut harus peka dengan lingkungan sekitar. Segala perubahan, ya termasuk perubahan mood, sikap, sifat dan sesuatu yang melekat pada orang tersebut kita harus update. Pokoknya otaknya harus canggih deh. Seolah-olah kita harus mengerti apa yang  sedang terjadi pada seseorang sehingga kita dapat berkomunikasi secara baik dan aman.

Sebutan tersebut sudah kerap kali dipakai oleh semua orang, dalam artian semua lapisan masyarakat hampir menggunakan kata-kata tersebut (aku belum menelitinya sih). Termasuk orang yang berkecimpung di dalam organisasi. Organisasi adalah sekumpulan orang yang berada dalam suatu tempat dan mempunyai tujuan yang sama. Hemmm,,, bayangkan guys, gimana gak ribet deh orang yang berkecimpung di dalamnya. Sekumpulan orang berarti lebih dari satu, bisa juga lebih dari dua, dan bahkan bisa sampai puluhan. Menyatukan pendapat untuk menyelaraskan tujuan suatu organisasi. You know that’s not easy guys! Yah sebenarnya dilihat gampang-gampang susah sih, apabila kita sama-sama peka. Lo ngerti gue, gue ngerti lo. Tapi, lagi-lagi it’s hard karena kita punya kepentingan dan pemikiran sendiri. Beda orang, beda cara pandang. Tidak semua orang bisa menerima perlakuan yang sama. Beda variabel, beda metode yang digunakan (*efek skripsi nih).