Bahagia itu apabila kita
mendapati suasana yang indah dan menenangkan . . .
Bahagia itu apabila kita
menikmati sentuhan yang dapat memebuat kita merasa aman . . .
Bahagia itu apabila kita
mempunyai keluarga yang lengkap dan rukun . . .
Bahagia itu apabila kita
bisa berkumpul dengan mereka kapanpun dan dimanapun . . .
Bahagia itu apabila aku
dan mereka bisa bersama dalam ikatan keluarga yang harmonis . . .
Maha Besar Allah atas
segala nikmat dan anugerah yang telah diberikan-Nya, Maha Suci Allah masih
mengizinkan kita bersatu dalam sebuah ikatan keluarga yang saling menyayangi
satu sama lain. Sungguh ini salah satu pemberian-Nya yang sangat berharga dan
sepatutnya untuk kita syukuri. Keluarga adalah sebuah kumpulan individu yang
memiliki keterikatan, baik itu hubungan darah, maupun secara emosional. Seperti
yang kita tahu bahwa keluarga itu
terdiri dari Ayah, Ibu, Adik, Kakak, Tante, Om, Sepupu, Kakek, dan Nenek.
Mereka tentu mempunyai kewajiban dan tanggung jawab masing-masing dalam sebuah
keluarga. Ayah sebagai kepala keluarga yang menghidupi keluarga (mencari
nafkah), ibu membantu mengurusi rumah tangga ,dalam hal mengasuh, mendidik anak
dan memanajemen ekonomi keluarga. Anak berkewajiban berbakti, belajar serta
membantu meringankan pekerjaan rumah. Begitupun yang lainnya.
Keluarga itu bukan hanya
tahu tanggung jawab dan kewajibannya, tapi mampu menjalankannya hingga tercapai
suatu tujuan keluarga yang pada dasarnya merupakan tempat nyaman bagi kita
untuk kembali. Hal tersebut yang paling dan sangat dirindukan oleh perantau.
Yaitu orang yang meninggalkan keluarganya, tempat tinggalnya, negaranya untuk mengejar
cita-citanya, mencari rezeki ataupun suatu keperluan yang lain. Banyak hal yang kita pertimbangkan untuk
merantau, meninggalkan comfort zone
kita untuk menjalani suatu hal yang baru yang entah itu lebih baik maupun
tidak. Semua tergantung niat dan usaha kita untuk mencapai apa yang menjadi
tujuan kita.