Minggu, 22 Desember 2019

Memories of 2019

Setiap momen punya cerita dan Alhamdulillah kita hidup di zaman digital yang setiap hal bisa ter-capture dalam sebuah foto, video, audio dll. Dengannya kita bisa flashback atau throwback memori yang sudah pernah dilalui sebagai jejak dari sebuah perjalanan. Tahun 2019 bagi saya adalah tahun titik balik, dimana perjuangan serta kerja keras di tahun 2018 terbayar lunas. Lunas cicilan-cicilannya hehehe. Tahun ini lebih banyak saya habiskan menjadi seorang pekerja sehingga waktunya pun terfokus pada hal-hal yang menyangkut pekerjaan di kantor. Berinteraksi dan liburan-pun lebih banyak dihabiskan bersama rekan-rekan kerja. Tidak heran ketika buka galeri foto 70% nya adalah foto-foto bersama mereka. Selain itu, tahun ini penuh drama yang setingkat lebih dari sebelumnya. Konfliknya berbeda dan tentu saja penyelesaiannya pun berbeda dari biasanya. Mungkin karena faktor usia yang sudah dianggap dewasa serta pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab lebih, rekan-rekan yang lebih bervariasi umurnya sehingga obrolannya pun berbeda. Hal-hal tersebut memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada lingkungan keluarga pun diri sendiri. Jujur di tahun ini saya lebih banyak merenung dan sering melakukan dialog dengan diri sendiri sebagai terapi stress. Yaaa begitulah pokoknya yaaa, berikut ini ada beberapa momen yang cukup berkesan yang terjadi selama 2019 :

Januari
Accounting team with Special Guest 'Mba Inten' (Staf Bali) 
Pada sibuk ngerjain Ramco dan kebetulan berantakan karena lagi persiapan audit BRC

Rabu, 14 November 2018

Saturday


Kebiasaan di depan laptop bingung sendiri mau nulis kata pembuka yang seperti apa untuk draft blog. Ide sudah ada, ringkasan materi juga sudah punya. Untuk mengawali tulisan itu loh yang kadang harus tidur dulu, merenung dulu, buka youtube, atau google dulu baru menemukan inspirasi. Hahaha...

Semakin dewasa kita ternyata semakin sibuk, bukan hanya fisik tapi pikiran pun sudah mulai bercabang-cabang, karena kita telah memikul tanggung jawab lebih dalam kehidupan dan tentunya akal kita sudah sempurna untuk menghubungkan serentet peristiwa yang terekam oleh otak. Dari yang kejadian jalan raya yang sebenarnya selintas saja kita lihat tapi bisa kita ingat, dan itu menambah memori otak belum lagi kalau nonton drama Korea. Hahahaha  Apalagi  ditambah kalau sudah masuk dalam lingkungan kerja. Tambah ribet dah hidupmu! Setiap hari berangkat ke kantor yang jaraknya kurang lebih 15 KM dari pukul 7 pagi dan pulang pukul 4 sore,  duduk di depan komputer, di ruang ber AC, mengerjakan deadline pekerjaan. Sampai rumah seperti ikan pindang, tepar guys. Jadi saya sangat bersyukur dan berbahagia sekali ketika perusahaan menetapkan hari kerja hanya 5 hari dengan catatan pulang pukul 5 sore. Ah tidak apa-apa yang penting sabtu dan ahad kita libur.     

Dengan adanya keputusan tersebut sebagian besar karyawan ada yang tidak setuju sehingga sempat terjadi semacam protes kepada management. Alasan mereka macam-macam, ada yang protes karena katanya jumat itu waktunya sedikit (Dulu : Istirahat mulai 11.30-13.30/Baru : Istirahat 11.30-13.00) sedangkan ada banyak karyawan yang pergi jumatan di daerah Lab. Jontal dan Plampang, lalu ada yang protes karena suaminya tidak mengizinkannya pulang terlalu sore, kemudian ada karyawan kontrak merasa gaji yang akan diterimanya rendah. Lainnya hanya ikut-ikutan protes!!!

I am Not Math Lover


Ok Guys. Jujur aja kalian pasti pernah mendapatkan pengalaman yang memorable banget selama hidup di dunia ini, ya iyalah kalau udah mati kan gak bisa nostalgia pengalaman lagi hehehe. Sesuatu yang mungkin sampai tua kita tidak bisa lupakan alias akan kita kenang selalu. Kecuali kalau sudah tua udah pikun kali ya atau mungkin ada yang amnesia ya gak bakalan ingat. Aahhaha sudahlah !
Sore ini aku nemenin ibuku ke sekolahnya buat ngeprint berkas-berkasnya. Jadi aku disuruh ikut untuk bantu kerempongan beliau. Singkat cerita, aku ketemu sama guru matematikaku waktu MTs dulu yang sekarang sudah pindah di sekolah tempat ibuku mengajar juga. Posisinya beliau masuk ruang TU terus ngobrol sama ibuku dan tentu saja ngelihat ke aku sih pastinya secara hanya ada kami disana. Sumpah ini awkward moment banget. dalam hati bilang, “sanyum gak ya?, salaman gak ya? sapa gak ya?” hahaha langsung berhenti mikir ketika beliau keluar ruangan. Haaaa legaaaa bro! dan untungnya aku pake masker jadi tampang grogiku gak begitu kelihatan. Aduhhh pak pliss deh.
Talking about math, siapa sih yang suka? Yakin deh pasti sebagian besar siswa ada yang gak suka karena ribet, pusing, dan penyebab utamanya biasanya gurunya terkenal killer dan gak asik. Termasuk aku nih bukan math lover. Dan karena berbagai macam alasan tersebut setiap pelajaran matematika gak pernah nyambung di otakku. Fortunately, aku sebangku sama math lover. Dia sahabatku yang paling unik  namanya Tuti (Tukang Tipu). Aku bakalan minta penjelasan tentang apa inti dari pelajaran matik yang sudah dijelaskan sama bapaknya sampai aku ngerti. Kalau udah mentok gak ngerti, yaaaaa nyontoh PR nya dia lah gak peduli paham atau enggak. wkwkwk *Plisss ini jangan dicontoh ya guys!

Kamis, 10 Agustus 2017

Kebetulan yang Ditakdirkan

Anggota Muda dan Panitia Diklatsar XXVI (The first step)

Percayakah kau dengan sesuatu yang kebetulan? Aku dan kamu bertemu saat kita  berada di depan perpustakaan sore itu. Tanpa perkenalan, dan basa-basi yang lain hanya menyodorkan selembar kertas yang bertuliskan “open recruitment” dan memintaku untuk menulis identitas serta mengisi formulir sebagai salah satu syarat pendaftaran.

Percayakah kau dengan sesuatu yang kebetulan? Aku dan kamu bertemu lagi di sebuah tempat teduh dan sejuk GKB 2 pagi itu, bertemu dengan sekumpulan orang yang wajahnya hampir tidak ada yang aku kenali. Dan yang menarik perhatianku adalah kau muncul dengan wajah yang berbeda dengan di depan perpustakaan.

Sariyani's Profile

Periode 2015/2016 saya tiak lagi tergabung dalam anggota bidang Bitpen melainkan pindah ke bidang Penelitian dan Pengembangan (LITBANG). Namun, saya masih diberi kepercayaan untuk membuat profil tentang Ketua Umum. Kebetulan ketua umum saat itu adalah teman seperjuangan saya di Diklatsar sekaligus sahabat saya. Profil Ketua Umum kali ini adalah yang terakhir kalinya saya tulis selama menjadi pengurus KSR.

Jika memang tak memungkinkan menjadi karang yang kokoh di dasar lautan, menjadi rumput yang halus nan lembut yang tak goyah diterpa angin pun agung nilainya

Periode 2015-2016 merupakan tahun yang agak berbeda untuk KSR-PMI UMM. Ada yang baru dari tampilannya baik itu program kerja maupun kebijakannya bahkan anggotanya pun punya wajah baru lho… Nah, khususnya wajah baru itu adalah Ketua Umumnya nih. Siapa yaaaa?


Kak Sari, begitulah panggilan akrabnya. Adalah peserta DIKLATSAR XXVI yang pada periode ini menjabat sebagai Ketua Umum KSR-PMI UMM. Yah, termasuk pemimpin perempuan yang beruntung karena mengingat bahwa semenjak KSR-PMI UMM di didirikan 10 Oktober 1987 atau 29 tahun yag lalu, ketua umum perempuan hanya ada 5. Yaitu Kak Susilowati, Kak Ika, Kak Siska, Kak Mimi dan sekarang adalah Kak Sari yang mempunyai kesempatan dan dipercaya oleh anggota yang lain untuk menjabat. Tentunya nama ini dan masa ini kelak akan menjadi sejarah dari perkembangan dan pergerakan KSR-PMI UMM. Insyaallah

Tak kenal maka tak sayang, katanya. Biar sayang, berarti harus saling kenal dong. Oke deh . . . Kak Sari ini adalah seorang perantau loh, asalnya dari Ra’as, Sumenep Madura. Lahir tanggal 13 Oktober 1994. Siapa sangka, ternyata perjalanan dari Malang ke Ra’as itu ditempuh selama belasan jam. Karena memang transportasi kesana harus menggunakan kapal laut untuk menyebrang dari Situbondo. Sebelum merantau di Malang, Kak Sari menempuh pendidikannya di MI Raudhatul Mustarsyidin di Kuta Denpasar. Sedangkan SMP dan SMK nya di Ibrahim 1 Situbondo dan sekarang mengambil jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP’12) Universitas Muhammadiyah Malang. Jelaskan, jiwa perantau itu sudah ada sejak kecilnya. Wah hebat kan,,, demi menuntut ilmu rela melalui itu semua. Tapi Kak Sari juga biasanya pulang ke Bali dulu karena orangtuanya bekerja disana barulah bersama keluarganya pulang ke Ra’as.

Fariz Ahdiatama's Profile

Periode 2014/2015 KSR-PMI UMM saya bergabung lagi dalam anggota BITPEN. Setiap periode kepengurusan, bidang ini menerbitkan majalah Pendar yang berisi liputan mengenai Diklatsar dan profil ketua umumnya. Alhamdulillah saya kembali menulis profil ketua umum periode tersebut. Kenapa selalu saya? saya juga lupa kejadiannya pada saat itu tapi saya senang bisa menulis mengenai mereka. 

“ Belajar itu bukan untuk Pintar, tapi untuk mengerti | Wong iku kudu iso rumongso ”


Fariz Ahdiatama, mendengar nama ini sudah tentu tidak asing lagi ditelinga anggota KSR. Seorang yang So Kece banget, dan Unik banget apalagi setelah menjadi Ketua Umum KSR. Laki-laki yang terlihat So simple ini berasal dari  tetangga yang cukup jauh disana, yaitu Ahuloa, Kec. Meluhu, Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara. Wow… keren kan! Kelihatannya jauh karena berada diluar Pulau Jawa namun Perjalanan bisa di tempuh dengan pesawat sehingga pulang pergipun menjadi lebih mudah. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa kecanggihan teknologi dan informasi dapat menjadikan sesuatu yang jauh terlihat sangat dekat. Hehehe

Kak Fariz sebelum merantau ke Malang, ia menempuh pendidikannya di tanah kelahirannya di Sulawesi Tenggara tersebut, yaitu TK dan SD N 2 Arga Mulya, SMP N  4 Wawotobi  dan SMA N 1 Wawotobi.  Pertama kali pergi ke Malang sempat menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya jurusan Matematika, namun karena sesuatu hal pindah di Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Teknik Mesin (2010) sampai sekarang. Meskipun jauh merantau untuk melanjutkan pendidikan, namun tetap menjaga semangat untuk melebur dan beradaptasi dengan lingkungan rantauan hingga akhirnya mencoba berinteraksi dan membangun komunikasi di sebuah organisasi, yaitu KSR-PMI UMM.

Ikhwan Fauzi's Profile

Ketika pertama kali bergabung dalam anggota bidang penerbitan dan penerangan (BITPEN) periode 2013/2014 Alhamdulillah saya diberi kepercayaan untuk mewawancarai dan menulis profil mengenai ketua umum saat itu. Hal tersebut dimaksudkan untuk ditampilkan pada halaman awal Majalah PENDAR KSR-PMI UMM. 

Muhammad Ikhwan Fauzi adalah seseorang yang mungkin sudah sangat terkenal seantero Markas. Ketua Umum KSR-PMI UMM periode 2013-2014 ini akrab di panggil kak “Ikhwan”. Laki-laki yang bisa dibilang memiliki postur tubuh yang gede tapi tetap kece dan seksi ABISS……bahkan wajahnya yang berewokan itu menjadi ciri khasnya tersendiri. Kak Ikhwan lahir di Tanjung Aru, Kalimantan Timur 27 Desember 1991. Menurut yang empunya nama, Muhammad diambil dari nama Rasulullah SAW, dengan Ikhwan artinya saudara dan Fauzi adalah orang-orang terpuji. “Jadi, mungkin ini adalah harapan dari semua keluarga besar “Fauzi” untuk mengembangkan saudara-saudara yang terpuji”. Tuturnya kepada redaksi. 

Minggu, 30 Juli 2017

Realita Cinta Si Pemilik Perasaan

Bagaimana sih realita percintaan perempuan? Hahaaha. . . kacau. Sebenarnya setiap orang punya versi berbeda-beda mengenai kisah percintaanya termasuk perempuan. Namun pada umumnya perempuan banyak mengalami kerugian (menurut saya) dibandingkan laki-laki. Kenapa? Karena mereka cenderung menggunakan perasaan, bisa dibilang segala sesuatunya menggunakan hatinya. Tapi itu tidak bisa disalahkan karena memang fitrah perempuan seperti itu.

Apapun yang kau berikan pada wanita, Ia akan menjadikannya lebih baik. Jika kau memberinya sperma, Ia akan memberimu buah hati. Jika kau beri dia tepat tinggal, Ia akan memberimu rumah. Jika kau memberinya bahan makanan, Ia akan memberimu sesuatu untuk dimakan. Jika kau memberinya senyum, Ia akan memberimu hatinya. Ia akan melipatgandakan dan melebihkan apa-apa yang diberikan padanya. Maka, jika kau memberinya sampah, bersiap-siaplah untuk menerima ton kotoran. (William Golding)”

Minggu, 16 Juli 2017

Responmu Ketika Teman-temanmu Banyak yang Telah Menikah ^_^

Well, sebenarnya ini topik yang sangat sensitif. Karena buat para single yang masih belum dipertemukan oleh jodohnya akan menjadi baper (bawa perasaan). Especially perempuan. Berbagai  respon dari mereka yang berada dalam posisi ini, termasuk saya. Tapi disini saya akan menjelaskan tiga respon yang umum terjadi di dalam kehidupan sehari-hari :

1)        Biasa saja
Orang yang bereaksi seperti ini biasanya mereka yang memiliki prioritas utama untuk menggapai cita-citanya dulu. Bukan berarti tidak ingin menikah loh ya, hanya saja ada kepentingan yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Seperti ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, ingin bekerja sehingga mandiri dalam ekonomi, masih ingin berbakti kepada orangtua. Ada juga yang merasa dirinya belum siap untuk berkeluarga sehingga perlu waktu untuk melayakkan atau memantaskan dirinya.

Rabu, 19 April 2017

Alhamdulillah, Sarjana ^_^

Alhamdulillah, Maha Kuasa Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk menulis kembali setelah sekitar 8 bulan off karena disibukkan dengan urusan akademik. Harap maklum karena memang harus fokus, dan Alhamdulillah sekarang penulis amatiran ini sudah menyelesaikan studi S-1 nya yang berarti salah satu dari mimpinya telah tercapai. Sungguh tidak semudah yang dibayangkan, perlu perjuangan dan dalam berjuang tentu ada hal yang harus dikorbankan. Tapi memang manis rasanya hasil dari berjuang itu, bukan hasil yang kita capai yang menjadi ukurannya tapi proses dalam mencapainya yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh apapun. Sama halnya jika kita bisa memakan kue dari hasil buatan sendiri, walaupun rasanya buat orang lain terasa aneh tapi untuk diri sendiri, ada rasa “puas” bahwa kita bisa membuat sesuatu dari kedua tangan sendiri dan bisa kita berikan kepada orang lain. You must try ! J

Kali ini mungkin saya akan berbagi pengalaman mengenai proses penyelesaian skripsi :

1.        Mengklik Skripsi dan Pengumuman Dosen Pembimbing
Semester 7 telah tiba ! KKN berakhir, mahasiswa yang sudah menempuh lebih dari 100 SKS (Gak tau tepatnya berapa SKS) boleh mengklik skripsi dan harus mengisi formulir pendaftaran yang berisi judul yang akan diajukan dan memilih penjurusan, apakah mengenai Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Audit, Akuntansi Syariah, atau Sistem Informasi Akuntansi. Pada saat itu saya memilih Akuntansi Keuangan karena menurut saya lebih bervariasi judul yang bisa diajukan. Tidak lama setelah itu, pengumuman mengenai dosen pembimbingpun akhirnya tiba. Saya dibimbing oleh Pak Setu dan diluar dugaan, saya mendapatkan pembimbing II yang merupakan salah satu dosen yang paling saya hindari. Pak Dhaniel. Hehehe lucu aja ketika tahu kalau beliau menjadi pembimbingku dan pada saat itu mau tidak mau ya harus menerima dan menjalani.

Jumat, 29 Juli 2016

Let Him Go ! ^_^

Pernah menjalin suatu hubungan tapi putus di tengah jalan?
Pernah ditinggalin begitu aja tanpa rasa peduli?
Pernah masih mengharapkan kembali yang sudah pergi?
Pernah masih menyayangi dia yang pergi?

Aku yakin pasti ada yang pernah merasakan hal-hal tersebut. Wajar lah karena kita manusia yang pandai merasa. Perempuan maupun laki-laki sama aja yang berbeda mungkin cara mengekspresikan dan menyelesaikannya. Galau? Hahaha pasti iyalah, bohong banget kalau enggak. Memang resiko setiap orang yang memilih jalan pacaran untuk berhubungan karena hal seperti ini sangat mungkin terjadi.

Setiap kejadian yang terjadi dalam hidup kita mempunyai fase dimana ada perkenalan, pendekatan, pacaran, perpisahan, dan kemudian kembali lagi ke fase awal. Tidak hanya itu, perasaan pun mempunyai fase saling kepo, berbunga-bunga, perasaan disayang dan disanjung, pembuktian, kemudian terjadi konflik dan mulai ragu terhadap pasangan, ketidakpercayaan dan akhirnya patah hati ketika sudah saling capek. Benar apa benar? Walaupun awalnya kita tidak ada niat untuk saling menyakiti namun seiring berjalannya waktu ketika kebutuhan dari masing-masing sudah tak dapat dipenuhi maka tak jarang hubungan semakin sesak untuk dijalani, semakin berat dan terasa menghambat kemudian mau tidak mau harus saling menyakiti dengan putus, atau berkhianat dsb. apabila masalah sudah dapat tidak mempunyai solusi terbaik.
Lantas, apa yang harus kita lakukan ketika hal itu telah terjadi?

Kata klasik dari yang pernah ku dengar adalah “sabar”. Sabar ya …, sabar, pasti ada hikmahnya…, sabar, pasti ada pengganti yang lebih baik…, sabar, Allah sedang mengujimu.

Minggu, 27 Maret 2016

JALAN HIJRAH

Seorang manusia pasti pernah mengalami suka dukanya dalam kehidupan yang mengharuskan mereka untuk berani megambil keputusan atas hidup mereka sendiri. Risikopun tak luput dari pilihan-pilihan yang telah dipilih dan baik buruknya itu tergantung pilihanya. Tapi pernahkah terbayangkan atau menduga bahwa hidup kalian akan berubah karena pilihan tersebut? hm.. aku rasa tak ada yang dapat menebak apa yang akan terjadi pada diri kita kecuali Allah Swt. Dia adalah pembuat scenario terbaik terhadap manusia.

Saya terinspirasi untuk membuat tulisan tulisan di blog ini setelah melihat “Hijrah Selebriti” di Trans TV yaitu hijrahnya para selebriti/artis yang mendapat hidayah Allah Swt dan memutuskan untuk menjadi pribadi yang baru dan menjadi lebih baik atas pertolongan Allah Swt.

Ada beberapa kisah menarik yang akan saya tulis disini tentang hijrahnya seorang selebriti :

Zaskia Adya Mecca

Minggu, 10 Januari 2016

KSR-PMI UMM Hidupkan Kembali TEGAK

“Kasihku sampai disini kisa kita jangan tangisi keadaannya bukan karena kita berbeda. Dengarkan...dengarkan lagi ini melodi rinthan hati ini kisah kita berakhir di Januari !”

---Kebalikannya---
Yup. Ini adalah sepengal lirik lagu dari Glenn Fredly yang berjudul “Januari”. Jika pada lagu tersebut berkisah tentang hubungan sepasang kekasih yang cintanya berakhir di bulan januari, KSR-PMI UMM adalah kebalikannya. Akhir buan Januari adalah waktu yang sangat dinantikan. Waktu untuk mewariskan segala perjuangan, dan waktu untuk memulai sebuah perjuangan baru hingga ia tiba menyambut kami dengan suka cita dan dera air mata.

Berawal dari kakak-kakak yang memerhatikan pentingnya suatu pelatihan bagi anggota KSR untuk menambah pengetahuan tentang materi-materi kepalangmerahan apalagi jika bisa diselenggarakan tingkat universitas, maka dari itu kakak-kakaknya berencana membuat kegiatan tersebut. Namun pada waktu itu terhalang karena kurang disetujui oleh kemahasiswaan dan mereka menyarankan untuk membuat lomba-lomba dari tingkat sekolah dulu. M. Ikhwan Fauzi (23) yang menjadi ketua umum KSR-PMI UMM pada saat itu berencana merealisasikan saran tersebut dengan menghidupkan kembali kegiatan lomba PMR tingkat Wira yang terkenal dengan nama TEGAK PMR (Temu Gerak Aktivias Palang Merah Remaja) yang terakhir dilaksanakan pada tahun 2003. Namun karena waktu pelaksanaan dan periode kepengurusan yang hampir berakhir maka TEGAK tidak terealisasi tapi dilanjutkan kembali di kepengurusan berikutnya yaitu dengan ketua umum Fariz Ahdiatama (2014-2015) dengan SK yang baru.

---Vakum 12 Tahun---
TEGAK PMR V WIRA Se-Malang Raya Terbuka merupakan program kerja dari bidang Dikten (Pendidikan dan Ketenagakerjaan) yang bertujuan untuk meningkatkan karakter kepalangmerahan serta peran anggota PMR dalam penerapan Tri Bakti PMR dan sebagai pendidik sebaya serta menjadikan remaja PMI terampil dan mandiri melalui pendekatan keterampilan hidup. Kegiatan ini termasuk salah satu kegiatan besar KSR-PMI UMM dimana telah vakum selama 12 tahun dan barulah dilaksanakan akhir bulan januari tepatnya tangal 23-25 Januari 2015. Bertempat di Parkiran Masjid AR-Fachrudin Kampus 3 UMM dan dengan diikuti oleh 6 sekolah yaitu SMA N 1 Tumpang, SMK N 4 Malang, SMA N 4 Malang, SMA U BPPT Lamongan, SMK Kesehatan Lamongan, dan SMA Islam Al Ma’arif Singosari.

Senin, 14 Desember 2015

Peka gak PEKA !

W  : Kamu kenapa?
A   : MBOHH ! (nada super ketusss)
W  : Loh ada apa sih? (garuk-garuk kepala)
A   : Tau ahhhhh,,,, makanya PEKA dong !!!!!! (keluar asap dari hidunggg)

Timkes LKMM di Coban Rondo 2014
Bicara tentang Peka, sepertinya sekarang lagi HITS banget deh, ketinggalan informasi aja dibilang gak peka, telat respon pun udah disindir-sindir aja tingkat kepekaannya. Memang ya di zaman yang semakin canggih ini rasanya kita sebagai manusia dituntut harus peka dengan lingkungan sekitar. Segala perubahan, ya termasuk perubahan mood, sikap, sifat dan sesuatu yang melekat pada orang tersebut kita harus update. Pokoknya otaknya harus canggih deh. Seolah-olah kita harus mengerti apa yang  sedang terjadi pada seseorang sehingga kita dapat berkomunikasi secara baik dan aman.

Sebutan tersebut sudah kerap kali dipakai oleh semua orang, dalam artian semua lapisan masyarakat hampir menggunakan kata-kata tersebut (aku belum menelitinya sih). Termasuk orang yang berkecimpung di dalam organisasi. Organisasi adalah sekumpulan orang yang berada dalam suatu tempat dan mempunyai tujuan yang sama. Hemmm,,, bayangkan guys, gimana gak ribet deh orang yang berkecimpung di dalamnya. Sekumpulan orang berarti lebih dari satu, bisa juga lebih dari dua, dan bahkan bisa sampai puluhan. Menyatukan pendapat untuk menyelaraskan tujuan suatu organisasi. You know that’s not easy guys! Yah sebenarnya dilihat gampang-gampang susah sih, apabila kita sama-sama peka. Lo ngerti gue, gue ngerti lo. Tapi, lagi-lagi it’s hard karena kita punya kepentingan dan pemikiran sendiri. Beda orang, beda cara pandang. Tidak semua orang bisa menerima perlakuan yang sama. Beda variabel, beda metode yang digunakan (*efek skripsi nih).

Rindu Rantau (Homesick) . . .

Bahagia itu apabila kita mendapati suasana yang indah dan menenangkan . . .
Bahagia itu apabila kita menikmati sentuhan yang dapat memebuat kita merasa aman . . .
Bahagia itu apabila kita mempunyai keluarga yang lengkap dan rukun . . .
Bahagia itu apabila kita bisa berkumpul dengan mereka kapanpun dan dimanapun . . .
Bahagia itu apabila aku dan mereka bisa bersama dalam ikatan keluarga yang harmonis . . .

Maha Besar Allah atas segala nikmat dan anugerah yang telah diberikan-Nya, Maha Suci Allah masih mengizinkan kita bersatu dalam sebuah ikatan keluarga yang saling menyayangi satu sama lain. Sungguh ini salah satu pemberian-Nya yang sangat berharga dan sepatutnya untuk kita syukuri. Keluarga adalah sebuah kumpulan individu yang memiliki keterikatan, baik itu hubungan darah, maupun secara emosional. Seperti yang  kita tahu bahwa keluarga itu terdiri dari Ayah, Ibu, Adik, Kakak, Tante, Om, Sepupu, Kakek, dan Nenek. Mereka tentu mempunyai kewajiban dan tanggung jawab masing-masing dalam sebuah keluarga. Ayah sebagai kepala keluarga yang menghidupi keluarga (mencari nafkah), ibu membantu mengurusi rumah tangga ,dalam hal mengasuh, mendidik anak dan memanajemen ekonomi keluarga. Anak berkewajiban berbakti, belajar serta membantu meringankan pekerjaan rumah. Begitupun yang lainnya.

Keluarga itu bukan hanya tahu tanggung jawab dan kewajibannya, tapi mampu menjalankannya hingga tercapai suatu tujuan keluarga yang pada dasarnya merupakan tempat nyaman bagi kita untuk kembali. Hal tersebut yang paling dan sangat dirindukan oleh perantau. Yaitu orang yang meninggalkan keluarganya, tempat tinggalnya, negaranya untuk mengejar cita-citanya, mencari rezeki ataupun suatu keperluan yang lain.  Banyak hal yang kita pertimbangkan untuk merantau, meninggalkan comfort zone kita untuk menjalani suatu hal yang baru yang entah itu lebih baik maupun tidak. Semua tergantung niat dan usaha kita untuk mencapai apa yang menjadi tujuan kita.

Rabu, 04 November 2015

Flashback !

Dear Wawa, dimasa lalu . . .

Alhamdulillah, di umur 20 tahun lebih 22 hari ini aku masih diberi Allah Swt kesempatan untuk menikmati hidup. Bertepatan dengan proses penyusunan skripsi ini banyak tantangan dan cobaan yang harus kulalui. seperti aku sering jatuh sakit, mulai dari sakit gigi, iritasi mata, dan baru-baru ini diare. Aku bersyukur atas semua itu karena bisa jadi ini teguran tanda sayangnya Allah padaku.

Di umur yang segitu, tentu telah banyak yang sudah kulalui. Di zaman SD dulu masih teringat sekali betapa bahagianya menjadi anak-anak, yang dipikirkan hanya main-main, senang-senang, dan cukup memikirkan kesenangan apalagi teman-teman mainku hampir tetangggaku semua (Alfi, Elung, Jae, Bal, Maun terus Amma, Ammi, Ika, Hayat). Beranjak ke MTs bertemu dengan banyak teman di luar desaku itu sebuah tahap penyesuaian dengan lingkungan yang sudah cukup luas. Wow banget loh apalagi bisa punya sahabat (Tuti, Diar, dan Fitri). 

Selasa, 03 November 2015

Sebuah Pengakuan . . .

Pada dasarnya segala sesuatu itu punya masa expirednya. Seorang yang muda, pasti suatu saat akan mengalami tua, punya pacar pasti akan putus juga pada akhirnya (bisa putus ditengah jalan tapi juga bisa berganti status jadi istri/suami), cantik dan ganteng, kulit mulus, pasti akan mengerut juga pada saatnya, yang bernyawa pasti akan mati. Begitu juga yang terjadi pada mahasiswa tingkat akhir. Ibarat ya, kita sedang ada dimasa-masa yang sebentar lagi expired (kedaluarsa). Yupz, bagi semester 7 di kampusku yang sudah menempuh 144 SKS boleh mengambil skripsi.

Yah, betul banget ! Wawa sekarang sedang dalam proses menyusun Skripsi, itu artinya sebentar lagi LULUS. Kalau sudah lulus berarti dapat gelar Sarjana ekonomi, dan kalau sudah sarjana berarti namaku ada tambahan dibelakangnya “ Dakwatul Khairoh, SE”. Setelah itu . . . entah apalagi Hehehehe. Padahal baru kemarin jadi Mahasiswa Baru ikut PESMABA, eh sekarang udah mau check out aja dari kampus. Termasuk tua yah di kampus, iya apalah itu. Hahahhaha :-) 

Selasa, 13 Oktober 2015

Move Along, Cuyy !

Hi everybody… How are you in there? I hope you are fine 

Terjebak dan terlena dengan kesibukan sehingga membuat gue terpaksa harus istirahat dalam waktu yang cukup lama banget untuk menulis di blog. Yeah, kedok sih sebenarnya. Kalau emang niat nulis, pasti harus ada waktu dong. Hehehe ya emang sih guysJ Oke guys, gue mau share sesuatu nih. mungkin elu-elu pada yang belum tahu tentang ini, monggo disimak ya, tapi yang belum tahu juga gapapa nimbrung, gak ada salahnya kok. Heheheh

Di tengah-tengah kesibukan gue kemarin di tempat parttime, gue iseng-iseng buka internetan dan browsing lagu-lagu ngehits gitu deh, tujuannya ya biar gue gak kudet banget. Maluu cinnn !!! Nah di pencarian gue tuh ketemulah salah satu blog yang nampilin tangga lagu yang enak di dengar  2015 gitu deh judulnya, Padahal gak juga sih. Hmm…. Gue download acak dah itu lagu, sekitaran 10 lagu yang terdownload (Pake IDM, makanya cepat banget, guys) diantaranya : Live we’re young (One Direction), Safe and sound (Capital Cities), Thank yo (MKTO), Poblem (Ariana Grande), Best day of my life (American Authors), Love like you do (Ellie Goulding), dan ini loh yang paling gue suka guys MOVE ALONG (The All American Rejects). The best dah lagunya.





Senin, 12 Januari 2015

Semangat Menuntut Ilmu ^_^

> Belajarlah dengan sungguh-sungguh apabila engkau ingin menjadi garam dan terang dunia. Engkau memerlukan ilmu pengetahuan dan kesegaran dunia.

Hidup kosong bermalas-malasan tidak akan memberikan wewenang kepadamu untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang diturunkan dari Tuhan.
Ilmu pengetahuan itu syarat bukan tujuan, kuasailah ilmu pengetahuan setinggi mungkin akan tetapi ingatlah bahwa engkau tidak cukup menjadi terpelajar saja melainkan harus pula menjadi murid Tuhan yang baik, karena ilmu pengetahuan tanpa budi dan cinta kasih Tuhan justru malahan engkau akan diikat bagai hewan di dalam kandang.

Sabtu, 10 Januari 2015

SITI IMRO’ATUSSHOLIHAH

Pilihan hidup itu tidak ada yang gampang, tidak akan sesempurna seperti yang kita inginkan. Tapi ada kalanya dengan adanya keberanian kita untuk memilih dan berusaha akan menjadikannya sedikit lebih mudah

Lahir di Mojokerto, 17 Mei 1993. Menempuh kuliah di jurusan Pendidikan Biologi-FKIP Universitas Muhammadiyah Malang  sejak tahun 2011 sampai sekarang. Aktif berorganisasi sejak SMA. Anggota Tim Ekspedisi Biokeonservasi (TEB) UMM 2011-sekarang dan anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi 2012-sekarang serta saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang I (Kabid) di KSR-PMI UMM Periode 2014-2015.

Kak Iim, begitulah panggilan akrab untuknya. Ia adalah mahasiswa Biologi angkatan 2011 dan sempat mengikuti Diklat Ruang Diklatsar XXV KSR-PMI UMM tapi karena ada sesuatu hal hingga tidak melanjutkannya dan barulah pada tahun berikutnya tepatnya Diklatsar XXVI ia memutuskan untuk ikut kembali dan menjadi bagian dari keluarga besar KSR-PMI UMM. Motto hidupnya adalah Sometimes It’s good to break the rules.

Pertama masuk di KSR menjadi Anggota Muda, Kak Iim merupakan orang yang dikenal ceria dan selalu tersenyum, dan paling yang terkenal dari itu semua adalah kehandalannya dalam memasak. Terbukti beberapa kepanitian ia beberapa kali menjadi Sie Konsumsi bahkan menjadi SC nya. Di KSR ia pernah menjadi anggota Dikten 2013-2014 dan pernah menjadi ketua pelaksana Diklatsar XXVII dan di kepengurusan kali ini menjabat sebagai Ketua Bidang (Kabid I). Semua peran tersebut dilakoninya dengan penuh semangat walaupun terkadang terdapat sesuatu yang tidak disukainya.